Saat ini layanan telekomunikasi wireless dilayani oleh generasi pertama dan generasi kedua. Kapasitas yang lebih besar dapat diperoleh dengan menggunakan cell radio yang lebih kecil dan penggunaan frekuensi tinggi dimana pita yang besar masih dapat diperoleh. Sistem generasi ketiga bertujuan mengintegrasikan layanan-layanan yang ada pada jaringan fix, seperti BISDN.
Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) merupakan salah satu sistem generasi ketiga. UMTS bertujuan untuk mengintegrasikan semua sistem komunikasi mobile, tetapi tidak dapat mendukung hubungan broadband. Gambar dibawah ini menggambarkan sistem bergerak yang dibedakan berdasarkan generasi.
Gambar 2 menunjukkan level kecepatan transfer dan mobilitas yang dapat didukung oleh sistem generasi kedua dan ketiga. Model W-ATM ditujukan dapat mendukung bandwith dan pergerakan user seperti pada High Performance Radio Local Area Network (HIPERLAN). Frekuensi radio terbatas dan banyak yang telah digunakan. World Administrative Radio Conference (WARC) menentukan alokasi pita frekuensi, untuk UMTS di tentukan pita yang besarnya 230 MHZ pada frekuensi sekitar 2 GHz. Sedangkan Conference Europeene Postes of Telecommunications (CEPT) menentukan pita untuk Mobile Broadband System (MBS) pada frekuensi 40 GHz dan 60 GHz. WARC juga telah menentukan pita untuk wireless LAN dimana di eropa pita ini gunakan untuk HIPERLAN yakni 5 dan 17 GHz.
Bandwith yang di alokasikan buat sistem W-ATM antara 5.30 GHz dan 5.70 GHz. Jika frekeuensi HIPERLAN dapat digunakan pada W-ATM, maka pita frekuensi dapat dimulai dari 5.15 GHz.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar